Peran Forum Kerukunan Beragama (FKUB) Dalam Memperkuat Dakwah Moderasi Beragama Di Era Digital: Tinjauan Literatur

Authors

  • Umar Yadi Idris UIN Mataram
  • Faizah Uin Mataram

DOI:

https://doi.org/10.20414/mudabbir.v6i2.14006

Keywords:

FKUB, , Religious Moderation, Digital Da'wah, Digital Literacy, Harmony

Abstract

Digital transformation has changed the pattern of da'wah and religious practices in Indonesia, while giving birth to new problems such as disinformation, intolerance, and religious polarization. In this situation, the Forum for Religious Harmony (FKUB) has a strategic position to mainstream da'wah from a moderation perspective. However, FKUB's contribution in the digital space still lacks scientific attention, so studies are needed that can map the direction, form, and strategy of moderate da'wah that are relevant to be developed. This study uses a qualitative approach through literature studies with the literature review method. The study process is carried out through identification, selection, thematic classification, analysis-synthesis, and formulation of conceptual models. Literature sources include scientific articles, books, policies, and regulations related to FKUB and religious moderation, especially for the 2023–2025 period. The results of the study show that FKUB acts as a cross-faith mediator, social dialogue facilitator, and moderate da'wah agent who promotes the values of wasathiyah, tolerance, non-violence, and respect for local culture. In the digital realm, this role develops through the use of online platforms that open up opportunities for interfaith collaboration and moderation campaigns, but also presents challenges in the form of low digital literacy and extreme narrative competition. This study offers a conceptual model of moderate da'wah based on FKUB that emphasizes the value of moderation, participatory communication strategies, and optimization of digital technology. These findings provide a theoretical contribution to the development of moderate da'wah studies as well as practical recommendations for policies to strengthen religious moderation in Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfani, M., & Anwar, L. (2024). Kontekstualisasi hadis dalam era digital: Retorika dan otoritas keagamaan influencer dakwah di media sosial. Universum, 18(2), 83–103.

Al-Qaradawi, Y. (2010). Islam dan moderasi: Jalan tengah umat. Pustaka Al-Kautsar.

Aramiko, G., Riyandi, S., & Fahmi, Z. (2024). Merawat toleransi di ruang virtual: Dakwah Islam moderat sebagai strategi kontra-radikalisme. At-Tawasul, 3(2), 159–168.

Campbell, H. (2013). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. Routledge.

Cadri, W. N., & Lubis, Y. M. (2025). Strategi moderasi dakwah Islam dalam keluarga, pendidikan, dan civil society. Al-Tsiqoh: Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam, 10(1), 39–63.

DI Pesantren Mahasiswa, A. N. P. Internalisasi moderasi beragama bagi santri.

Haluti, F., Judijanto, L., Apriyanto, A., Hamadi, H. H., Bawa, D. L., & Kalip, K. (2025). Moderasi beragama: Menciptakan suasana kondusif keberagaman agama di Indonesia. PT. Green Pustaka Indonesia.

Haris, M. A., Sahrodi, H. J., & Fatimah, S. (2022). Moderasi beragama di kalangan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah (Vol. 1). Penerbit K-Media.

Jefkins, F. (2004). Public relations. Pearson Education.

Kafid, N. (2023). Moderasi beragama: Reproduksi kultur keberagamaan moderat di kalangan generasi muda Muslim. Elex Media Komputindo.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.

Kholili, A. (2025). Kultur digital: Tantangan dan peluang moderasi. Kultur Budaya dan Digital, 35.

Marlenda, M., & Bashori, B. (2025). Peran literasi digital dalam dakwah berbasis Al-Qur’an: Implementasi dan tantangan di media sosial. Al-Ukhwah: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 1–12.

Mutakin, A., & Khasanah, S. U. (2023). Moderasi dakwah untuk generasi millenial melalui media digital. Publica Indonesia Utama.

Naibin, N. (2025). Peran tokoh masyarakat dalam deteksi dini konflik sosial untuk penguatan moderasi beragama. Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan, 25(1), 29–42.

Nasrullah, R. (2021). Media baru, agama, dan ruang publik digital. Simbiosa Rekatama Media.

Nasution, I. R. (2025). Kerukunan antar umat beragama. Narasi: Jurnal Komunikasi Dakwah dan Perkembangan Masyarakat Islam, 1(01), 37–43.

Pratama, T. A., & Harahap, N. (2024). Peran komunikasi interkultural dalam penguatan moderasi beragama pada masyarakat Kota Medan (Analisis FKUB di Medan). Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, 5(2), 2081–2095.

Rizal, D. A., Maula, R. A., & Idamatussilmi, N. (2024). Transformasi media sosial dalam digitalisasi agama: Media dakwah dan wisata religi. Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, 9(2), 206–230.

Rofiq, A. (2023). Komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai perwujudan moderasi beragama di Kabupaten Banyuwangi. Al-Tsiqoh: Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam, 8(2), 50–78.

Rustiyana, R., Anggraini, F. D., Judijanto, L., Pakpahan, A. K., Haryono, P., Sulaiman, S., & Kusumastuti, S. Y. (2025). Literasi digital: Membangun wawasan cerdas dalam era digital terkini. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Sudarmanto, S. (2025). Pendidikan Islam dalam ruang publik: Strategi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Temanggung dalam membangun moderasi beragama pada masyarakat multikultural (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Sutrisno, E. (2020). Peran FKUB dalam membangun toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Jurnal Multikultural dan Multireligius, 19(1), 12–25. https://doi.org/10.30631/jmm.v19i1.1034

Viruliana, F. M. (2025). Komunikasi penyiaran Islam dan pembentukan identitas religius di masyarakat multikultural. Al-Ikhtiar: Jurnal Studi Islam, 2(1), 98–110.

Wijaya, C. (2025). Forum Kerukunan Umat Beragama. Narasi: Jurnal Komunikasi Dakwah dan Perkembangan Masyarakat Islam, 1(01), 18–28.

Downloads

Published

2026-01-30

Issue

Section

Articles